Sok untuk pak tani naon atuh nu rek didiskusikeun teh

7 Responses to “Pertanian”

  1. udin Says:

    Ass.wrwrwb…
    Sampurasun…

    Saya lahir di Jampangkulon, sehingga setidaknya saya mengetahui kondisi pertanian di Jampangkulon. Kita tidak bisa menafikan fakta, bahwa meskipun sebagian kecil wilayah jampangkulon cukup subur, namun sebagian besar adalah sawah tadah hujan sehingga membuat para petani tidak bisa optimum dalam memanfaatkan lahan pertanian. Kondisi ini kemudian diperburuk dengan hancurnya ekosistem “leuweung” atau hutan pasir piring, karena terjadinya penebangan liar dan perambahan hutan. Padahal hutan “Pasir Piring” merupakan salah satu daerah tangkapan hujan yang dapat menjaga kelestarian sumberdaya air penduduk di sekitar Jampangkulon.

    Lahan-lahan pasir di Jampangkulon juga banyak yang gundul dan kritis, sehingga bukan tidak mungkin di masa mendatang dapat menimbulkan bencana alam longsor. Maka dari itu seharusnya pemerintah Kab. Sukabumi melaui dinas-dinas terkait (Pertanian, Perkebunan dan kehutanan) dapat segera mengatasi bibit permasalahan ini.

    Di tinjau dari aspek ekonomi, petani-petani di Jampangkulon pada umumnya buruh tani, dan rata-rata kepemilikan lahan juga sangat sempit. Beberapa wilayah di pesisir Surade (misal sepanjang pesisir Ujung Genteng), lahan-lahannya sudah dikuasai oleh keluarga cendana untuk dijadikan perkebunan kelapa. Sedangkan para penduduk disekitar perkebunan kondisi perekonomiannya relatif miskin. Kondisi permasalahan agraria di wilayah pesisir kerapkali menjadi pemicu konflik sosial antara petani dengan perkebunan, dan bahkan informas terbaru dengan TNI AL. Oleh karena itu, perlu segera dicari jalan keluar untuk masalah tersebut agar tidak menimbulkan masalah yang lebih rumit dan kompleks di masa mendatang.

    Isu utama dari masyarakat petani di Sukabumi Selatan (Jampangkulon, Surade, Ciracap, dll) adalah masalah kemiskinan. Tingginya jumlah perempuan dan Ibu Rumah Tangga yang menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) terutama di Arab Saudi dan negara-negara lainnya, menunjukan bahwa lapangan pekerjaan di pedesaan Sukabumi Selatan sudah tidak mampu menampung angkatan kerja yang ada. Perlu dicari alternatif pengembangan industri rumahtangga yang berbasis pada sumberdaya pertanian dan kelautan untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di pedesaan Sukabumi Selatan. Hal ini penting agar, para perempuan dan Ibu Rumah Tangga tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk menjadi Babu. Sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat, mestinya kita malu menjadi bangsa atau kabupaten pengirim babu ke mancanegara.

    Semoga para juragan dan para petinggi di Kabupaten Sukabumi dapat membaca, meraba dan merasakan “kesusahan” warganya sendiri. Jadikan sumberdaya kelautan (ikan, agar, udang, pariwisata) menjadi soko guru utama perekonomian Kab. Sukabumi bagian selatan, serta dukung para petani untuk mengembangkan pertaniannya menjadi lebih produktif. Ciptakan pekerjaan di tingkat pedesaan dengan membangun industri-industri rumahtangga dengan berbasis pada sumberdaya kelautan dan pertanian.

    Mohon para ejabat di Tingkat Kabupaten dan Provinsi jangan hanya datang menjenguk ke daerah “Pajampangan” hanya pada saat hiruk pikuk pesta Pemilu untuk mencari simpati rakyat sukabumi selatan, tapi wujudkan janji-janji itu secara nyata di wilayah kami. Ingat Juragan Bupati, Ingan Juragan Wakil Rakyat janji adalah hutang….

    Cag ah !

    1. Anonymous Says:

      Saya butuh kelapa tua d mna saya bisa dpt d daerah suka bumi

  2. Tutang Says:

    Sok atuh urang bangun, ulah tidur wae


  3. hayu atuh urang kasawah praktek anclob pe rkembangan tani dugi kamana kamajuan tina modal dugi ka panenna sabanding …..! harga beasna naik teu…! pajakna bejana aya bantuan ti pemerintah subsidi karunya nasib patani …! mani sono ya ka jampang kulon tea ….

  4. h0404055 Says:

    makasih informasinya
    silahkan kunjungi BLOG kami http://h0404055.wordpress.com
    terdapat artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar. Terima kasih.

  5. sylvi Says:

    salam kenal..aku sebetulnya bukan org jampang, tapi ada hal yang membuat aku tertarik dengan daerah jampang.. sebertulnya dari hasil pertanian rakyat jampang bisa kaya kok?? mungkin belum ada pengarahan saja dari pemda…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s