Pendahuluan

Tidak banyak diketahui masyarakat bahwa saat ini sudah ramai dibicarakan suatu konsep virtualiasi. Di mana dengan virtualisasi ini peranan server akan semakin optimal, karena dia akan menjadi sebuah role dalam sistem terpasang. Perkembangan teknologi virtualisasi ini sebenarnya tidak bisa berjalan sendirian, karena tanpa dukungan hardware yang memadai seperti processor maupun motherboard konsep virtualisasi ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu beberapa vendor seperti AMD dan Intel sejak beberapa waktu lalu sudah memasarkan produk canggih ini sehingga sudah bisa diimplementasikan server virtualiasi ini.

1-3

Konsep Virtualiasasi

Walauun konsep virtualisasi ini sudah dikembangkan sejak akhir tahun 60-an, namun kenyataannya teknologi ini masih belum dikenal secara luas hingga saat ini. Hal ini mungkin karena masyarakat IT khususnya di Indonesia sudah merasa puas degan server yang mereka gunakan. Microsoft sendiri sejak tahun 2004 sudah mulai memperkenalkan Virtual PC dan Virtual Server ataupun VMWare. Walaupun konsep virtualisasi sangat berbeda dibandingkan dengan Virtual PC ataupun Virual Server.Virtualization sudah diperkenalkan sejak puluhan tahun lalu, yang waktu itu kalangan industri masih memanfaatkan komputer mainframe di akhir akhir tahun 60an. Ketika itu komputer masih memanfaatkan Punch card dan juga IBM 360 mainframe.

Sejalan dengan berkembangnya teknologi, perubahan pun berlanjut dan komputer semakin ramping dan bukan lagi merupakan barang mewah yang hanya dimiliki oleh perusahaan atau orang tertentu saja.Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan semakin derasnya arus globalisasi, persaingan bisnis berbasis IT juga semakin ketat. Melihat kenyataan ini, raksasa software dunia, Microsoft menghadirkan teknologi server yang mendukung Virtualization. Fitur canggih ini ada dalam Windows Server 2008 64 bit yang kini sudah mulai banyak diimplementasikan. Konsep virtualisasi yang langsung terintegrasi dengan role server, yaitu Windows Server Virtualization atau lebih dikenal dengan Hyper-V. Hyper-V akan menjadi sebuah role dalam sistem operasi Window Server 2008 dengan mengoptimalkan virtualisasi sistem operasi server. Seperti diketahui Hyper-V tersebut mendukung virtulisasi server baik untuk versi 64 bit.

Arsitektur

1-2Sebuah arsitektur akan sangat menentukan ketika sebuah konsep diimplementasikan. Demikian juga dengan arsitektur Windows Server Virtualization sangat berbeda dibandingkan dengan arsitektur Virtual PC, Virtual Server 2005, ataupun VMWare. Dalam hal ini konsep virtualisasi di Windows Server 2008 memperkenalkan Hypervisor dan mengadopsi konsep microkernelized. Implementasi dari microkernelized memungkinkan sebuah instance virtual machine berperan sebagai partisi parent dan instance yang lain sebagai partisi child.

Semua instance virtual machine akan berjalan diatas hypervisor. Setiap partisi dapat memanfaatkan satu atau lebih prosesor, hal ini tentu saja jika menggunakan prosesor kelas dual core atau quad core.Partisi parent bertanggung jawab untuk mengorganisasi partisi child, dan manajemen virtualization stack. Partisi parent juga bisa disebut sebagai partisi root karena partisi ini dibuat pertama kali saat inisialisasi hardware server. Partisi root adalah pusat dari power management, organisasi hardware, dan manajemen hypervisor. Peran partisi parent sebagai virtualization stack sehingga software component berkerja diatas hypervisor dan berkerja bersama untuk mendukung virtual machine di system. Virtualization stack berkomunikasi dengan hypervisor dan melakukan semua fungsi virtualisasi. Partisi parent pun dianggap sebuah instance, sehingga IT Administrator dapat dengan mudah mengubah sebuah child menjadi parent jika dibutuhkan.

Penggabungan Server

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang tersambung dalam jaringan, dapat dipastikan resiko serangan terhadap mesin akan meningkat karena banyak port yang harus di buka, oleh karena itu semua service dapat menerima client request.

Patching terkadang menjadi hal yang sangat menyusahkan, jika anda mengupdate suatu service akan membutuhkan restart dan mengorbankan service yang lain.Dengan Virtualization, bagaimanapun dapat menggabungkan beberapa server role sebagai virtual machine yang berjalan di sebuah mesin secara terpisah.

Hal ini menurunkan space tempat yang dibutuhkan server dan memaksimalkan utilization server, dan setiap role dapat berjalan di sebuah isolasi virtual sehingga akan aman dan mudah untuk di atur atau dimanage. Dan jika anda menggabungkan virtual server ke dalam enterprise class server hardware yang menggunakan RAID dan hot-swappable component, maka anda dapat merduce down time dan membuat hardware anda menjadi efisien.

Parent

Akan menjadi sebuah sistem yang sangat menarik bila Server Core digunakan sebagai parent dalam host system yang akan mengimplementasikan teknologi Windows Server Virtualization . Penggunaan Server Core sebagai parent system akan memaksimalkan resources server untuk instance child operating system.

Desain tersebut tentu akan memaksimalkan utilisasi server tersebut, karena parent tidak membutuhkan alokasi hardware yang besar, mengingat Server Core (parent) tidak membutuhkan hard disk space selayaknya instance Windows Server full version. IT Administrator pun tidak perlu khawatir dengan organisasi instance dengan menggunakan Server Core sebagai parent, karena Server Core dapat diorganisasi dengan menggunakan Microsoft Management Console (MMC).

Keuntungan

Untuk mengimplementasikan suatu produk, maka harus dilihat untung dan ruginya. Jika dilihat dari sisi kekurangan dan kerugiannya lebih banyak maka jangan dipaksanakan. Tetapi kalau memang cukup baik, kenapa harus ditunda. Demikian juga dengan konsep microkernelized. Jika memang diperlukan untuk meningkatkan sistem komputerisasi kenapa harus ditunda. Karena dengan mengimplementasikan teknologi ini akan mendapatan sesuatu yang lebih dari yang pernah ada sebelumnya.

Namun yang perlu diingat teknologi Hyper-V membutuhkan mesin (prosesor) dengan dukungan virtualisasi, misalnya AMD-V atau Intel VT. Prosesor dengan dukungan virtualisasi dibutuhkan karena data dan code untuk hypervisor tidak dipetakan ke dalam address space guest. Sehingga hypervisor berjalan di prosesor untuk mendukung penggunaan teknologi tersebut. Penggunaan Server Manager sebagai portal manajemen tentu akan jauh lebih canggih dan mudah, di bandingkan dengan menggunakan puluhan server yang menyita ruangan dan sumberdaya.

Semoga bermanfaat.