Aku dilahirkan 50 tahun lalu di kampung Cikadu, Desa Padajaya, kecamatan Jampangkulon, Sukabumi. Keluargaku sederhana, walau demikian aku tetap bahagia, hidup di desa yang jauh dari kebisingan kota yang kering dan kejam.

Masa kecilku hidup dalam keserhanaan dan nyaris serba kekurangan. Namun, memang sebagian besar teman-temanku di kampung Cikadu memang relatif hampir sama.

Waktu aku kecil sebagian waktu digunakan untuk sekolah, ngadi di pondok, dan main. Aku inget permainan yang paling mengesankan, adalah main bola, dimana bolanya dibuati dari buah jeruk bali yang dibakar terlebih dahulu.

Pagi hari aku sekilah di SD Curughilir 2. Sepulang sekolah aku pergi mencari kayu bakar, dan sore harinya aku pergi ngaji di kampung Pasir Suuk. Tempat aku mengaji selalu berpindah-pindah, dari Pasir Suuk, pindah ke Cikadu, kemudian Pindah ke Pasir Suuk lagi dan terakhir aku pindah lagi ke Cikadu dan selesai.

Setelah tamat SD, kurang lebih tahun 1975-an aku melanjutkan ke SMP, yang waktu itu hanya ada satu SMP di Jampangkulon. Selama 2 tahun aku sekolah di SMP dengan jalan kaki dari rumah ke sekolah yang jaraknya kurang lebih 5 KM. Kemudian naik ke kelas III aku kost, karena sudah merasa cape. Dan tahun 1979 aku meninggalkan Jampangkulon, ya tujuannya untuk melanjutkan ke SMA di kota. (bersambung)